PERHUMAS PR Excellence Awards kembali digelar

Foto By Muhammad Rizky S - photorelease.id

Tahun ini menjadi tahun ketiga PERHUMAS menyelenggarakan penghargaan yang terdiri dari sembilan kategori. Di antaranya, kategori Social and Public CampignCorporate PR ProgramCrisis HandlingMarketing PRCorporate WebsiteSocial Media and Digital PR CampaignCSR ProgramInternal PR Program, dan Inhouse Magazine

Ketua BPP PERHUMAS Agung Laksamana menyadari bahwa, era disrupsi membawa perubahan drastis, bukan hanya pada model bisnis perusahaan, tren ataupun kebiasaan manusia. Melainkan berdampak pada pola kerja kehumasan di tanah air. "Dunia humas terus terdisrupsi. Di era 4.0 ini, profesi humas ini menjadi pekerjaan paling stres berdasarkan sebuah survei di Amerika," ujarnya dihadapan para pemenang. 

Lantas, langkah apa yang harus segera diambil oleh praktisi humas? Ya, mau tidak mau humas harus bersikap adaptif, menangkap perubahan yang bergulir dengan sangat cepat, membekali diri dengan kemampuan digital, berwawasan global, cepat tanggap, serta berorientasi pada capaian. 

Tak kalah penting, humas harus terus belajar. "Continues learning adalah skill set yang harus dimiliki oleh humas," papar Agung. Sebab, humaslah yang berperan penting dalam  upaya menyosialisasikan peran positif, prestasi, hingga capaian perusahaan/instansi kepada publik. "Harapannya agar terbangun kepercayaan dan reputasi," tambahnya. 

Lebih dari itu, praktisi humas hendaknya terus menyebarkan semangat optimisme, nasionalisme, prestasi serta pencapaian bangsa, tak lupa diimbangi dengan upaya memerangi hoaks dan berita bohong. "Dengan kata lain humas harus bicara baik, humas adalah Indonesia Bicara Baik," tutupnya. 

Penjurian
Proses penjurian pun berlangsung dengan ketat. Para peserta setelah mengirimkan entry, harus melalui proses seleksi dari delapan orang dewan juri yang terdiri dari para pakar dan praktisi PR profesional. Beberapa aspek penilaian di antaranya, research, mengetahui situasi organisasi dan publik utama yang disasar, goals objective, program komunikasi yang disampaikan, taktikal PR yang layak untuk diterapkan, serta monitoring dan evaluasi.

Ketua Tim Dewan Juri Nia Sarinastiti menekankan bahwa program PR dapat dikatakan baik apabila memberi dampak langsung kepada publik. "Kalau menghabiskan sekian dana tanpa melihat implikasinya ke publik, itu salah," ujar Marketing and Communication Director Accenture Indonesia itu seraya menambahkan bahwa berhasil atau tidaknya suatu program PR itu akan menjadi acuan bagaimana program selanjutnya.

 

Tags :

Leave A Comment